Kamis, 23 April 2015

B.IND:PUISI

Pengertian


           Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya. Puisi adalah karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia. (Herman Waluyo). Puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif). (Sumardi).

Jenis Jenis

A.  Puisi Lama
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan seperti Jumlah kata dalam 1 baris, Jumlah baris dalam 1 bait, Persajakan (rima), Banyak suku kata tiap baris dan Irama

1.    Jenis puisi lama
Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib
Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
Seloka adalah pantun berkait.
Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.
Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.

B.  Puisi Baru
Puisi baru adalah puisi yang tidak terikat oleh aturan. bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima

2.    Jenis Puisi Baru
Balada adalah puisi berisi kisah/cerita. Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya
Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.
Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.
Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih
Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik
Distikon, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua seuntai).
Terzina, puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seuntai).
Kuatrain, puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris (puisi empat seuntai).
Kuint, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris (puisi lima seuntai).
Sektet, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris (puisi enam seuntai).
Septime, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris (tujuh seuntai).
Oktaf/Stanza, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai).
Soneta, adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris

Contoh 

Judul :Jerapah 

kau jauh lebih tinngi dari aku
lehermu bisa mencapai puncak pohon
kau bergerak dengan lamban
apakah kau bisa mencapai awan?

lehermu sangat panjang 
dapatkah kau mengambil apel itu untukku?
kulit mu bercorak sangat indah
dapatkah aku melukisnya?

aku ingin menjadi tinggi sepertimu
agar aku dapat mencapai awan
agar aku bisa melihat alam ini
agar aku bisa menyadari
betapa indahnya alam ini 

manfaat : memberi tahu info tentang keunikan jerapah.





Rabu, 01 April 2015

CERITA RAKYAT

PENGERTIAN:

cerita yang berkembang dan hidup di kalangan masyarakat. Cerita rakyat berkembang secara turun-temurun dan disampaikan secara lisa. Oleh karena itulah, cerita rakyat sering pula disebut sebagai sastra lisan

JENIS JENIS 

Epos adalah suatu kejadian yang menggambarkan cerita menarik yang sangat populer sebagai bagian dari itihasa sebagaimana yang disebutkan dalam sumber kutipan weda, sebagai sumber ajaran Agama Hindu

Sage adalah dongeng yang banyak mengandung unsur sejarah karena diceritakan dari mulut kemulut,lama kelamaan terdapat tambahan yang bersifat hayalan. 

Fabel (Inggris:fable) adalah cerita yang menceritakan kehidupan hewanyang berperilaku menyerupai manusia. Cerita tersebut tidak mungkinkisah nyata. Fabel adalah cerita fiksi, maksudnya khayalan belaka (fantasi). Kadang fabel memasukkan karakter minoritas berupa manusia.

dongeng adalah cerita rakyat yang tidak benar-benar terjadi, tidak terikat oleh ruang dan waktu

     Mite adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci oleh empunya cerita
Legenda adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi tetapi tidak dianggap suci oleh empunya cerita.

FUNGSI CERITA RAKYAT

1.    Dengan legenda, orang tua dapat mendidik atau para resi di saat itu dapat membina budi nurani anak-anak yang menunjukkan kepahlawanan dan kejujuran dalam melawan kebatilan atau kejahatan.
2.    Dengan Fabel, para pujangga bebas mengkritik atau sesuatu keadaan yang bersifat kejam. Kekejaman para tirani, para feodum (tuan tanah), kapitalis atau penjaga negeri yang disampaikan dalam bentuk-bentuk seloka. Maklumlah raja-raja atau penguasa waktu itu dianggap sebagai wakil tuhan atau dewa. Dengan fable, orang tua bisa menokohkan rakyat kecil sebagai pembela kebenaran dan kebatilan. Ia dapat menghukum si penguasa secara demokratis dengan para saksi yang disumpah. 
3.    Dengan Mitos, para pujangga menimbulkan suatu kepercayaan dan masyarakat di zaman lama sebagian besar mempercayainya. Dengan mitos, timbullah suatu kultur individu bagi raja atau pemimpinnya. Dengan mitos, mereka menganut animisme atau menyembah berhala. Dengan mitos, tumbuh suatu aliran kepercayaan. 
4.    Dengan sage dapat menceritakan cikal bakal asal mula nama tempat, negeri, gunung, kampung dan sebagainya. 
Fungsi cerita rakyat menurut Djames Danandjaya (1984 : 4) mempunyai kegunaan sebagai alat pendidikan, pelipur lara, protes sosial, dan proyeksi keinginan terpendam. 
Jadi fungsi cerita rakyat adalah sebagai gambaran kehidupan masyarakat lama berupa nilai-nilai yang pernah dianut, serta kepercayaan-kepercayaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat itu, serta menjadi panutan dan tempat bercermin bagi masyarakat modern dalam menjalani kehidupannya. Selain itu juga dapat dijadikan penghibur dan pengisi waktu luang. 

SASTRA MELAYU KLASIK

PENGERTIAN

karya-karya yang tersiar pada periode sastra tradisional atau sastra lama. Dalam karya sastra disebutkan bahwa sastra lama berkembang sebelum periode 20-an. (Simpati kelas X semester 2, hal. 18)Pada awalnya bentuk sastra merupakan cerita rakyat yang disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut dan turun temurun. Menurut A. Ikram, dalam bukunya Filologi Nusantara (Jakarta: Pustaka Jaya 1991, hal. 220)Sekarang cerita rakyat ditulis dan diterbitkan menjadi buku, seperti halnya cerpen atau novel.

JENIS JENIS

Karya sastra Melayu klasik terbagi menjadi dua jenis, yakni syair dan prosa. Syair merupakan homogen puisi nan terdapat pada zaman sekarang, sedangkan prosa sama halnya dengan cerpen atau novel pada zaman modern ini.
Pada zaman dahulu, para penyair dianggap memiliki kemampuan nan handal di bidang sastra sebab mampu membuat sejumlah baris kata nan latif serta memiliki makna nan baik dan latif pula buat disampaikan kepada pendengarnya. Tidak hanya itu, syair juga kemudian beradaptasi menjadi pantun dan mantra dalam perkembangan sastra lisan. Kedua jenis sastra klasik tersebut dianggap memiliki kekuatan mistik nan mampu memberikan faedah eksklusif kepada nan membaca dan mendengarkannya. Oleh sebab itu, orang nan dapat membacakan pantun dan mantra hanyalah orang-orang eksklusif nan dipercaya sudah mendapatkan wangsit buat membacakan kedua jenis sastra klasik tersebut. Sementara itu, pada zaman dahulu, prosa memiliki wujud nan lain. Orang sering menyebut beberapa cerita klasik dengan sebutan hikayat, yakni cerita nan mengandung substansi petualangan dalam mencari sesuatu sebagai tujuan hidup.
Hikayat ini pun bermacam-macam. Ada nan bercerita tentang asal-usul lahirnya seorang raja, asal-usul munculnya sebuah loka atau peristiwa, dan juga cerita tentang binatang-binatang nan menyerupai manusia sebagai lambang penceritaan. Prosa jenis ini sering disebut dengan fabel.
Selain berdasarkan bentuknya, contoh karya sastra Melayu klasik juga bisa dikategorikan menurut tema dan isi ceritanya. Ada nan bersifat serius dan penuh dengan pedagogi moral, ada juga nan bersifat jenaka sehingga berfungsi buat menghibur masyarakat pada zaman dahulu.
Jika pada zaman sekarang kita mengenal komedian sebagai orang nan membawakan cerita sambil menghibur kita dengan kelucuannya maka pada zaman dahulu terdapat juru dongeng nan bertugas buat membawakan cerita sambil memberikan nilai-nilai jenaka sekaligus nilai moral nan terdapat dalam cerita tersebut.

FUNGSI

mengetahui cerita dengan penulis yg tidak kita ketahui karena anonim


CONTOH CERITA RAKYAT

judul : Roro Jonggrang
asal : Jawa Tengah


Alkisah pada zaman dahulu kala, berdiri sebuah kerajaan yang sangat besar yang bernama Prambanan. Rakyat Prambanan sangat damai dan makmur di bawah kepemimpinan raja yang bernama Prabu Baka. Kerajaan-kerajaan kecil di wilayah sekitar Prambanan juga sangat tunduk dan menghormati kepemimpinan Prabu Baka.

Sementara itu di lain tempat, ada satu kerajaan yang tak kalah besarnya dengan kerajaan Prambanan, yakni kerajaan Pengging. Kerajaan tersebut terkenal sangat arogan dan ingin selalu memperluas wilayah kekuasaanya. Kerajaan Pengging mempunyai seorang ksatria sakti yang bernama Bondowoso. Dia mempunyai senjata sakti yang bernama Bandung, sehingga Bondowoso terkenal dengan sebutan Bandung Bondowoso. Selain mempunyai senjata yang sakti, Bandung Bondowoso juga mempunyai bala tentara berupa Jin. Bala tentara tersebut yang digunakan Bandung Bondowoso untuk membantunya untuk menyerang kerajaan lain dan memenuhi segala keinginannya.

Hingga Suatu ketika, Raja Pengging yang arogan memanggil Bandung Bondowoso. Raja Pengging itu kemudian memerintahkan Bandung Bondowoso untuk menyerang Kerajaan Prambanan. Keesokan harinya Bandung Bondowoso memanggil balatentaranya yang berupa Jin untuk berkumpul, dan langsung berangkat ke Kerajaan Prambanan.

Setibanya di Prambanan, mereka langsung menyerbu masuk ke dalam istana Prambanan. Prabu Baka dan pasukannya kalang kabut, karena mereka kurang persiapan. Akhirnya Bandung Bondowoso berhasil menduduki Kerajaan Prambanan, dan Prabu Baka tewas karena terkena senjata Bandung Bondowoso.

Kemenangan Bandung Bondowoso dan pasukannya disambut gembira oleh Raja Pengging. Kemudian Raja Pengging pun mengamanatkan Bandung Bondowoso untuk menempati Istana Prambanan dan mengurus segala isinya,termasuk keluarga Prabu Baka.

Pada saat Bandung Bondowoso tinggal di Istana Kerajaan Prambanan, dia melihat seorang wanita yang sangat cantik jelita. Wanita tersebut adalah Roro Jonggrang, putri dari Prabu Baka. Saat melihat Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso mulai jatuh hati. Dengan tanpa berpikir panjang lagi, Bandung Bondowoso langsung memanggil dan melamar Roro Jonggrang.

“Wahai Roro Jonggrang, bersediakah seandainya dikau menjadi permaisuriku?”, Tanya Bandung Bondowoso pada Roro Jonggrang.

Mendengar pertanyaan dari Bandung Bondowoso tersebut, Roro Jonggrang hanya terdiam dan kelihatan bingung. Sebenarnya dia sangat membenci Bandung Bondowoso, karena telah membunuh ayahnya yang sangat dicintainya. Tetapi di sisi lain, Roro Jonggrang merasa takut menolak lamaran Bandung Bondowoso. Akhirnya setelah berfikir sejenak, Roro Jonggrang pun menemukan satu cara supaya Bandung Bondowoso tidak jadi menikahinya.

“Baiklah,aku menerima lamaranmu. Tetapi setelah kamu memenuhi satu syarat dariku”,jawab Roro Jonggrang.

“Apakah syaratmu itu Roro Jonggrang?”,Tanya Bandung Bandawasa.

“Buatkan aku seribu candi dan dua buah sumur dalam waktu satu malam”, Jawab Roro Jonggrang.

Mendengar syarat yang diajukan Roro Jonggrang tersebut, Bandung Bondowoso pun langsung menyetujuinya. Dia merasa bahwa itu adalah syarat yang sangat mudah baginya, karena Bandung Bondowoso mempunyai balatentara Jin yang sangat banyak.

Pada malam harinya, Bandung Bandawasa mulai mengumpulkan balatentaranya. Dalam waktu sekejap, balatentara yang berupa Jin tersebut datang. Setelah mendengar perintah dari Bandung Bondowoso, para balatentara itu langsung membangun candi dan sumur dengan sangat cepat.

Roro Jonggrang yang menyaksikan pembangunan candi mulai gelisah dan ketakutan, karena dalam dua per tiga malam, tinggal tiga buah candi dan sebuah sumur saja yang belum mereka selesaikan.

Roro Jonggrang kemudian berpikir keras, mencari cara supaya Bandung Bondowoso tidak dapat memenuhi persyaratannya.

Setelah berpikir keras, Roro Jonggrang akhirnya menemukan jalan keluar. Dia akan membuat suasana menjadi seperti pagi,sehingga para Jin tersebut menghentikan pembuatan candi.

Roro Jonggrang segera memanggil semua dayang-dayang yang ada di istana. Dayang-dayang tersebut diberi tugas Roro Jonggrang untuk membakar jerami, membunyikan lesung, serta menaburkan bunga yang berbau semerbak mewangi.

Mendengar perintah dari Roro Jonggrang, dayang-dayang segera membakar jerami. Tak lama kemudian langit tampak kemerah merahan, dan lesung pun mulai dibunyikan. Bau harum bunga yang disebar mulai tercium, dan ayam pun mulai berkokok.

Melihat langit memerah, bunyi lesung, dan bau harumnya bunga tersebut, maka balatentara Bandung Bondowoso mulai pergi meninggalkan pekerjaannya. Mereka pikir hari sudah mulai pagi, dan mereka pun harus pergi.

Melihat Balatentaranya pergi, Bandung Bondowoso berteriak: “Hai balatentaraku, hari belum pagi. Kembalilah untuk menyelesaikan pembangunan candi ini !!!”

Para Jin tersebut tetap pergi, dan tidak menghiraukan teriakan Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso pun merasa sangat kesal, dan akhirnya menyelesaikan pembangunan candi yang tersisa. Namun sungguh sial, belum selesai pembangunan candi tersebut, pagi sudah datang. Bandung Bondowoso pun gagal memenuhi syarat dari Roro Jonggrang.

Mengetahui kegagalan Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang lalu menghampiri Bandung Bondowoso. “Kamu gagal memenuhi syarat dariku, Bandung Bondowoso”, kata Roro Jonggrang.

Mendengar kata Roro Jonggrang tersebut, Bandung Bondowoso sangat marah. Dengan nada sangat keras, Bandung Bondowoso berkata: “Kau curang Roro Jonggrang. Sebenarnya engkaulah yang menggagalkan pembangunan seribu candi ini. Oleh karena itu, Engkau aku kutuk menjadi arca yang ada di dalam candi yang keseribu !”

Berkat kesaktian Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang berubah menjadi arca/patung. Wujud arca tersebut hingga kini dapat disaksikan di dalam kompleks candi Prambanan, dan nama candi tersebut dikenal dengan nama candi Roro Jonggrang. Sementara candi-candi yang berada di sekitarnya disebut dengan Candi Sewu atau Candi Seribu.

analisis : 

jadi, kita tidak boleh berbohong dan harus menghargai karya atau usaha orang lain.



Rabu, 18 Maret 2015

B.IND: WAWANCARA

WAWANCARA

assalamaualaikum, hari ini saya akan bahas tentang wawancara walaupun kita sering dengar tapi banyak juga yang gak tau apa itu wawancara. jadi sekarang saya mau ngasih tau apa itu wawancara, unsurnya, jenisnya, tahap tahapnya, dan contoh laangsung dari wawancara.

1. PENGERTIAN:
Proses tanya jawab antara Narasumber dan Pewawancara













2. UNSUR:
  • Narasumber
  • Pewawancara
  • Pertanyaan
  • Ada unsur 5W+1H
  • Terdapat waktu yang sudah ditentukan
  • Buat janji
  • Tentukan lokasi
  • Datang tepat waktu 
  • Mengarahkan
  • Membuat laporan wawancara
3. Jenis-jenis Wawancara
     Dari segi pelaksanaannya, wawancara terbagi menjadi tiga, yaitu,
     Wawancara Bebas
     Pewawancara bebas menanyakan apa saja kepada responden.

- Wawancara Terpimpin
Pewawancara sudah dibekali dengan daftar pertanyaan yang lengkap dan terinci.

-Wawancara Bebas Terpimpin
Pewawancara mengombinasikan wawancara bebas dengan wawancara terpimpin.

4. Tahapan wawancara
      
a.      Tahap persiapan

1)      Menentukan tema wawancara
2)      Menentukan jenis wawancara
3)      Menentukan  narasumber sesuai tema
4)      Membuat jadwal (hari, waktu dan lokasi wawancara) dengan narasumber
5)      Mengumpulkan informasi awal dari luar lingkungan narasumber
6)      Membuat daftar pertanyaan

b.      Tahap inti

1)      memperkenalkan diri dan menggali profil atau riwayat hidup narasumber dapat
dilakukan dalam bentuk basa-basi
2)      mulai mengajukan pertanyaan secara sistematis dengan keingintahuan yang tinggi
3)      mencatat dan merekam dengan jelas seluruh jawaban narasumber
4)      mengakhiri wawancara dengan kesan yang baik

c.     Tahap penutup

1)      Membuat laporan wawancara sesuai dengan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar
2)      Menghindari opini pribadi yang bersifat fitnah
3)      Jika perlu, konfirmasi ulang hasil wawancara dengan narasumber
4)      Menyebarluaskan hasil wawancara dengan berbagai media, baik dalam bentuk berita atau buku.

5. CONTOH: 

Tema : pekerjaan
Narasumber : orang tua saya (Ayah)
Tempat : Rumah

alma : assalamualaikum 
ayah : waalaikumsalam
alma : ayah kerja apa?
ayah : polisi
alma : bagian apa?
ayah : serse
alma : ayah berangkat jam berapa?
ayah : jam 5
alma : biasanya pulang jam berapa?
ayah : jam 8 tapi sampai rumah biasanya jam 9
alma : ayah kerjanya ngapain ?
ayah : meriksa orang gitu biasanya
alma : emangnya mereka kenapa?
ayah : biasanya mereka melaporkan masalahnya ke ayah lalu ayah dan teman teman menyelidikannya dan mencari siapa tersangka dan korbannya
alma : apa harapan ayah untuk pemerintah dan kepolisian?
ayah : kalo untuk pemerintah ayah harap semoga makin baik memperlakukan kita sebagai polisi kalo untuk kepolisian semoga makin baik aja.
alma : oke ayah terimakasih
ayah : iya sama sama.

kesimpulan :
jadi ayah saya adalah seorang polisi dan bekerja di bagian serse yang biasanya bekerja memeriksa orang dan membantu orang menyelesaikan masalahnya.